Sabtu, 06 Oktober 2012

Aspek-aspek dalam ilmu perilaku konsumen

Nama : Tazkya Ramadhanty
Kelas : 3ea16
Npm  : 16210841


A.     Perilaku konsumen adalah proses dan aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelian, penggunaan, serta pengevaluasian produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginan. Perilaku konsumen merupakan hal-hal yang mendasari konsumen untuk membuat keputusan pembelian. Untuk barang berharga jual rendah (low-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan mudah, sedangkan untuk barang berharga jual tinggi (high-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan pertimbangan yang matang.  

B.     Pendekatan dalam meneliti perilaku konsumen: Terdapat tiga pendekatan utama dalam meneliti perilaku konsumen.
·         Pendekatan pertama adalah pendekatan interpretif. Pendekatan ini menggali secara mendalam perilaku konsumsi dan hal yang mendasarinya. Studi dilakukan dengan melalui wawancara panjang dan focus group discussion untuk memahami apa makna sebuah produk dan jasa bagi konsumen dan apa yang dirasakan dan dialami konsumen ketika membeli dan menggunakannya.
·         Pendekatan kedua adalah pendekatan tradisional yang didasari pada teori dan metode dari ilmu psikologi kognitif, sosial, dan behaviorial serta dari ilmu sosiologi. Pendekatan ini bertujuan mengembangkan teori dan metode untuk menjelaskan perliku dan pembuatan keputusan konsumen. Studi dilakukan melalui eksperimen dan survey untuk menguji coba teori dan mencari pemahaman tentang bagaimana seorang konsumen memproses informasi, membuat keputusan, serta pengaruh lingkungan sosial terhadap perilaku konsumen.
·         Pendekatan ketiga disebut sebagai sains marketing yang didasari pada teori dan metode dari ilmu ekonomi dan statistika. Pendekatan ini dilakukan dengan mengembangkan dan menguji coba model matematika berdasarkan hirarki kebutuhan manusia menurut Abraham Maslow untuk memprediksi pengaruh strategi marketing terhadap pilihan dan pola konsumsi, yang dikenal dengan sebutan moving rate analysis.
Ketiga pendekatan sama-sama memiliki nilai dan tinggi dan memberikan pemahaman atas perilaku konsumen dan strategi marketing dari sudut pandang dan tingkatan analisis yang berbeda. Sebuah perusahaan dapat saja menggunakan salah satu atau seluruh pendekatan, tergantung permasalahan yang dihadapi perusahaan tersebut.
Ø    Ada tiga variable dalam mempelajari perilaku konsumen, yaitu variable stimulus, variable respond an variable antara:
a.     Variabel stimulus merupakan variable yang berada di luar diri individu (factor eksternal yang sangat berpengaruh dalam proses pembelian. Contoh : merek dan jenis barang, iklan, penataan barang, dan ruang toko.
b.     Variable respon merupakan hasil aktivita individu sebagai reaksi dan variable setimulus stimulus. Variable respons sangat berpergantung pada factor indifidu dan kekuatan stimulus. Contoh:keputusan membeli, pemberi penilaian terhadap barang, perubahan sikap terhadap suatu produk.
c.     Variabel intervening adalah variable atara stimulus dan respons. Variabel ini merupakan variabel internal individu ,termasuk motif motif membeli ,sikap terhadap suatu peristiwa ,dan persepsi terhadap suatu barang .peranan variable intervening adalah untuk memotifasikan respons.
C.    Factor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen.
Ada tiga factor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen. Yaitu :
(1). Konsumen Individu
a.     Kebutuhan konsumen,
b.     Persepsi atas karakteristik merek,
c.     Sikap kearah pilihan. Sebagai tambahan, pilihan merek dipengaruhi oleh demografi  konsumen, gaya hidup, dan karakteristik personalia.
(2). Pengaruh Lingkungan
Lingkungan pembelian konsumen ditunjukkan oleh:
a.       Budaya (Norma kemasyarakatan, pengaruh kedaerahan atau kesukuan),
b.      Kelas sosial (keluasan grup sosial ekonomi atas harta milik konsumen),
c.       Grup tata muka (teman, anggota keluarga, dan grup referensi)
d.      Faktor menentukan yang situasional ( situasi dimana produk dibeli seperti keluarga yang menggunakan mobil dan kalangan usaha).
(3). Marketing strategy merupakan variabel dimana pemasar mengendalikan usahanya dalam memberitahu dan mempengaruhi konsumen. Variabel-variabelnya adalah barang,harga,periklanan,dan distribusi yang mendorong konsumen dalam proses pengambilan keputusan. 

D.            Teori Perilaku Konsumen: Perilaku permintaan konsumen terhadap barang dan jasa akan   dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya: pendapatan, selera konsumen, dan harga barang, disaat kondisi yang lain tidak berubah (ceteris paribus). Perilaku konsumen ini didasarkan pada Teori Perilaku Konsumen yang menjelaskan bagaimana seseorang dengan pendapatan yang diperolehnya, dapat membeli berbagai barang dan jasa sehingga tercapai kepuasan tertentu sesuai dengan apa yang diharapkannya.
E.            Pendekatan Perilaku Konsumen
Pendekatan untuk mempelajariperilaku konsumen dalam mengkonsumsi suatu barang:
a)     Pendekatan Kardinal
b)     Pendekatan Ordinal

F.             Kesimpulan
Diamsusikan bahwa konsumen bersikap rasional dengan anggaran yang tersedia, konsumen berusaha memaksimalkan kepuasan totalnya dari barang yang dikonsumsinya.Sehingga didefinisikan perilaku konsumen adalah tinkat laku dari konsumen, dimana mereka dapat mengilustrasikan sutu produk dan jasa mereka/satu tindakan-tindakan, proses hubungan sosial yang dilakukan oleh individu, kelompok dan organisasi dalam mendapatkan, menggunakan sutu produk atau lainnya sebagai suatu akibat dari pengalaman, dengan mempelajari 3 variabel perilaku konsumen.Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen yaitu : kekuatan sosial budaya dan kekuatan pisikologis.Metode yang digunakan dalam penelitian perilaku konsumen dan metode memusatkan atau memfokuskan kelompok konsumen. Teori tingkahlaku konsumen menerangkan tentang perilaku konsumen dipasaran, yaitu menerangakan sikap konsumen dalam membeli dan memilih barang yang akan dibelinya. Teori ini dikembangkan dalam dua bentuk : teori utility dan analisis kepuasan sama.








Rabu, 04 April 2012


Pendidikan Kewarganegaraan

1.   A) Rasa Hormat dan Tanggung Jawab
Rasa hormat merupakan kemampuan untuk melihat serta merayakan nilai di dalam diri kita dan orang lain. Butuh emosi, kognitif, serta kematangan sosial. Membangun rasa menghormati adalah tantangan seumur hidup, namun prosesnya dimulai sejak dini.
Contoh: Manusia itu termasuk manusia sosial yang membutuhkan orang lain untuk saling melengkapi sehingga menimbulkan interaksi yang kuat antar sesama.Bagi yang muda harus memiliki rasa hormat terhadap orang yang lebih tua dari kita.sikap saling hormat harus ditanam sejak dini hingga dewasa memahami makna dari rasa hormat sesama individu.
Tanggung Jawab merupakan siap menerima kewajiban atau tugas. Arti tanggung jawab di atas semestinya sangat mudah untuk dimengerti oleh setiap orang. Tetapi jika kita diminta untuk melakukannya sesuai dengan definisi tanggung jawab tadi, maka seringkali masih merasa sulit, merasa keberatan, bahkan ada orang yang merasa tidak sanggup jika diberikan kepadanya suatu tanggung jawab. Kebanyakan orang mengelak bertanggung jawab, karena jauh lebih mudah untuk “menghindari” tanggung jawab, daripada “menerima” tanggung jawab.
Contoh: Sebagai seorang anak kita mempunyai tanggung jawab untuk belajar dan melaksanakan aturan-aturan yang dibuat oleh orang tua.Pengorbanan seorang ayah lebih besar untuk mencapai kebutuhan keluarga sehingga tanggung jawab seorang anak tidak sebanding dengan pengorbanan orang tua selama ini.

B) Bersikap Kritis
Sikap kritis terhadap sesuatu yang dihadapi harus diimbangi dengan perilaku yang santun. Percuma kita berpikir kritis jika tidak diimbangi dengan perilaku yang santun. Sifat ini adalah sikap dan perilaku yang berdasarkan data dan fakta yangvalid (sah) serta argument yang akurat  Warga negara yang demokrat hendaknya selalu bersikap kritis, baik terhadap kenyataan empiris (realitas sosial, budaya, dan politik) maupun terhadap kenyataan supra-empiris (agama, mitologi, kepercayaan). Sikap kritis juga harus ditujukan pada diri sendiri. Sikap kritis pada diri sendiri itu tentu disertai sikap kritis terhadap pendapat yang berbeda. Tentu saja sikap kritis ini harus didukung oleh sikap yng bertanggung jawab terhadap apa yang dikritisi.

C) Membuka Diskusi dan Dialog
Dalam setiap mengambil keputusan hendaknya membuka diskusi atau berdialog antarsesama kelompok yang bersangkutan sehingga menghindar dari kesalahpahaman yang berbeda. Setiap orang memiliki karakter dan sifat yang berbeda. Dengan berdiskusi biasa dapat mengambil kesimpulan yang berbeda yang dapat digabungkan menjadi suatu keputusan tersebut.
Contoh: Hasil kenaikan BBM menimbulkan ketidakcocokan antara pemerintah dengan rakyat karena tidak adanya dialog antara pemerintah dengan rakyat. Hanya saja pemerintah yang mengetahui masalah yang ada pada negara kita ini. Sehingga rakyat Indonesia berdemokrasi karena ketidaksetujuan mereka menaikan BBM yang akan menyusahkan rakyat kecil.

D) Bersifat Terbuka
Setiap negara berhak untuk terbuka dalam hal apapun, karena bertujuan untuk mengkritik dan memberi saran agar dapat terwujudnya keharmonisan dalam negara ini. Tidak hanya pemerintah yang boleh terbuka sesamanya,namun masyarakat boleh ikutserta dalam keterbukaan masalah-masalah pokok yang ada.
Contoh:Dalam Bersifat terbuka contoh kasus yang dapat diambil adalah apabila dalam sistem pemerintahan setiap kebijkan yang dibuat pemerintah haruslah bersifat terbuka, agar dalam hal ini seluruh elemen masyarakat dapat mengetahui apa saja yang terjadi dan apa kebijakkan-kebijakkan yang telah dibuat oleh pemerintah

E) Rasional
Rasional dapat diterima oleh akal dan pikiran dapat ditalar sesuai dengan kemampuan otak.Hal-hal yang rasional adalah suatu hal yang di dalam prosesnya dapat dimengerti sesuai dengan kenyataan dan realitas yang ada.Biasanya kata rasional ditujukan untuk suatu hal atau kegiatan yang masuk diakal dan diterima dengan baik oleh masyarakat .
Contoh:Seseorang diberi hadiah karena sudah menolong orang lain sebagai tanda penghargaan terhadap orang tersebut.



F) Jujur
kejujuran dalam sebuah demokrasi tentunya yang paling penting dilaksanakan karena bagaimanapun juga itu adalah untuk kepentingan anak cucu ke depan.Pada akhirnya dengan sebuah kejujuran maka kita akan mendapatkan hasil yang jujur pula. Pemimpin yang jujur dan amanah tentunya didambakan semua masyarakat bukan sekedar pemimpin yang bisa pamer kekayaan dan kekuatan modal semata.
Contoh: Dalam pemilu daerah diadakan pemunutan suara melalui simpatik rakyat dalam memilih calon-calonnya. Hendaknya dalam permainan partai biasanya terpilih calon yang tidak memberikan suapan terhadap rakyat.Mencari simpatik dengan cara yang jujur melakukan penyuluhan disetiap tempat.


2. Visi dan Misi
Visi adalah suatu pandangan jauh tentang perusahaan, tujuan - tujuan perusahaan dan apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut pada masa yang akan datang. Visi itu tidak dapat dituliskan secara lebih jelas menerangkan detail gambaran sistem yang ditujunya, dikarenakan perubahan ilmu serta situasi yang sulit diprediksi selama masa yang panjang tersebut. Beberapa persyaratan yang hendaknya dipenuhi oleh suatu pernyataan visi:
- Berorientasi ke depan
- Tidak dibuat berdasarkan kondisi saat ini
- Mengekspresikan kreatifitas
- Berdasar pada prinsip nilai yang mengandung penghargaan bagi masyarakat

Misi adalah pernyataan tentang apa yang harus dikerjakan oleh lembaga dalam usahanya mewujudkan Visi. Misi perusahaan adalah tujuan dan alasan mengapa perusahaan itu ada. Misi juga akan memberikan arah sekaligus batasan proses pencapaian tujuan.

- Visi dari pendidikan kewarganegaraan dalam menghadapi era globalisasi dalah merupakan sumber nilai dan pedoman bagi masyarakat dalam menghadap iperubahan zaman yang ditandai dengan perubaha moral masyarakat, oleh karena itu maka diimbangi juga dengan pengembangan kepribadian sesuai sila-sila pancasila yakni Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab,Persatuan Indonesia, Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan dan Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Dengan hal ini, maka pendidkan kewarganegaraan Indonesia apalagi dalam menghadapi kecenderungan global harus ditempati sebgai salah satu bagian kajian yang mengemban misi nasional untuk mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesia melalui nilai pendidikan dasar.Dan tujuan utama Pendidikan Kewarganegaraan adalah untuk menumbuhkan wawasan dan kesadaran bernegara serta membentuk sikap dan perilaku cinta tanah air yang bersendikan kebudayaan bangsa.